Monday, 2 March 2015

Sekilas tentang Headphone Takstar HD2000

Apa kabar penikmat audio, pada artikel kali ini saya akan membagikan sedikit informasi tentang headphone, yakni "Takstar HD2000 Professional Monitor Headphone". Takstar, headphone pabrikan china ini banyak yang bilang brand bagus dan terkenal, dan sepertinya memang benar.

Dibanderol dengan kisaran harga Rp.400ribuan, HD2000 ini sangat menarik terutama bagi yg pingin punya headphone atau sekedar nyoba main headphones. Untuk entry level namun dengan kualitas yang baik untuk bermusik.



Kemasan Headphone ini simple dan elegan kalau menurut saya, namun dengan tampilan seperti ini bisa jadi terlihat seperti headphone yang mahal. terdapat Info dan spesifikasi mengenai HD2000.

Noble UV painting finish
Soft, high protein leather ear pads for comfortable wearing
Swivel earcup design for 25 right or left swivel for different face shape,
180 outward swivel for single hand monitoring
Adjustable headband allows you to extend or shorten the length by
35mm

Application : Audio mixing, recording studio monitoring

Specification :
Type: Wired, closed design
Transducer Principle: Dynamic
Wearing Style: Headworn
Frequency Response: 10Hz-25kHz
Sensitivity: 101dB3dB at 1kHz
Driver Diameter: 50mm
Max.Input Power: 100mW
Rated Power: 30mW
Impedance: 32
Connector: stereo 3.5mm + 6.3 gold plated
Cable: 2.2mm x 2m, Y-type
Net Weight: 200g
 

Untuk isi dari paket Takstar HD2000 ini terdiri dari manual book, headphones dengan jack konektor 3.5mm dan adaptor ke 6.3mm, sudah cukup kalau menurut saya untuk standar kelayakan sebuah produk Headphone.
Sekarang kita beralih lebih detail ke headphone nya sendiri, cukup mewah untuk under Rp.500 ribu, Black glossy finish, Pleather earpadnya terlihat nyaman dan bagus, sangat empuk, namun untuk telinga saya masih kurang besar, karena ujung telinga bagian bawah saya masih terjepit, pemakaian yang cukup lama membuat daun telinga terasa panas dan perih, ya karena terjepit tadi, namun ini berarti tergantung ukuran telinga masing-masing orang, lagian jepitan headphone ini cukup nyaman kok, gak terlalu menjepit, tidak membuat kepala pusing, hehe.

Untuk build quality nya HD2000 menurut saya sangat bagus...plastik dengan finishing yang rapih, kekuatannya yah standar untuk headphone lah, aman dibawa-bawa, gak gampang pecah, asal jangan di injak aja, apalagi di injak truk, hehe.




Headphone ini saya sandingkan dengan DAC/Headamp yang saya miliki, TOPPING D2 tentunya setelah diburn in/break in dgn lagu-lagu yang biasa saya dengar ditambah dengan lagu-lagu Audio Test Disc seperti Chesky Record, Denon Hi-Fi Recording, Alpine High Way Reference Disc, IASCA, BOSE spesial Music System CD, dan masih banyak lagi.Secara pendengaran telinga saya, headphone ini cukup bagus untuk harga Rp.400 ribuan, Price Performance saya sgt suka. Kontrol bass bagus, tidak keteteran pada lagu yg memiliki beat cepat, mampu mengikuti irama. Penikmat audio yang suka musik jedag jedug msh bisa bgt terpuaskan. Bassnya bagus, cukup dan apa adanya seperti rekamannya, karena headphone ini diarahkan kepada fungsi monitor profesional, jadi warna suara seperti dalam studio rekaman, natural tanpa pewarnaan, bagi audiophiler akan suka, menurut saya
kejernihan suaranya sangat baik, meski hi nya sedikit harsh, tapi masih enak ditelinga saya, suara gitar bisa direproduksi dgn bagus, intinya HD2000 ini bisa membuat saya terlena menikmati lagu-lagu, hampir lupa klo ini cuma headphones Rp.400 ribuan.


Untuk vokal penyanyi terdengar jelas, artikulasi penyanyi terdengar cukup jelas, tipe vokal yg balance, vokal tidak tebal dan tidak tipis, terdengar sebagaimana mestinya. Untuk Separasi dan Detail, sangat baik klo menurut telinga saya, staging position dan bayangan stereonya tergambar dengan jelas.


Terakhir, tidak pernah lupa saya sampaikan bahwa audio itu selera, subjektif, apa yg enak di saya belum tentu enak di orang lain dan sebaliknya. Gambaran yang saya ceritakan disini cukup dijadikan refrensi saja. Audisi sebelum membeli adalah langkah yang paling tepat dalam dunia audio. Salam penikmat audio.







3 comments:

  1. kalo disandingkan dengan sennheiser hd 201 & hd 202 gimana min? dalam hal suara lebih jernih mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy jadinya beli yg ini dibandingkan hd 201 dan 202, karena kualitas jauh lbh baik yg ini

      Delete